Notification

×

Iklan

Iklan

Gerhana Matahari Total Bareng Ledakan Hebat, BMKG Ungkap Dampak di RI

Rabu, 03 April 2024 | 05:06 WIB Last Updated 2024-04-02T21:06:31Z



FAKTANEWS.ONLINE,JAKARTA - Jelang lebaran pekan depan, ada beberapa fenomena luar angkasa yang akan terjadi, yakni gerhana matahari total dan juga ledakan Matahari yang terjadi bersamaan.


"Saat menyaksikan GMT [gerhana matahari total] 8 April 2024, menurut National Center for Atmospheric Research(NCAR) akan terlihat ledakan-ledakan di Matahari, saat totalitas gerhana matahari, pandangan matahari dari Bumi terhalang oleh bulan dan menyisakan sisi tepi. Pada sisi tepi inilah di Bumi bisa menyaksikan tepian plasma Matahari tampak meledak-ledak," kata Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dikutip dari laman resminya, Selasa (2/4/2024).


Dirilsi media faktanews.online yang dikutip dari media cnbcindonesia.com 3/4/2024, BMKG menjelaskan ledakan Matahari itu terjadi karena adanya aktivitas internal di pusat Tata Surya tersebut. Tingkat aktivitas mengalami pasang surut selama siklus 11 tahunan dan puncaknya pada tahun ini.


Sejauh ini, belum ada yang mengetahui penyebab fenomena tersebut. Namun BMKG menuliskan kemungkinan karena melibatkan gaya magnetik atau reaksi nuklir dalam Matahari.


Dampak ledakan itu bergantung pada besarannya. Di Bumi sendiri yang terjadi adalah badai magnet Bumi atau geomagnetic Storm.


"Hal ini terjadi karena ledakan di permukaan Matahari [korona] tersebut melontarkan plasma besar yang berisikan partikel bermuatan [angin Matahari] beserta medan magnet berkecepatan tinggi yang menjalar hingga ke magnetosfer Bumi," jelas BMKG.


"Peristiwa lontaran massa korona itu sering disebut sebagai Coronal Mass Ejection (CME). Ketika CME menghantam medan magnet di sekitar Bumi [magnetosfer], lontaran partikel bermuatan tersebut dibelokkan oleh lapisan magnetosfer Bumi ke arah garis kutub utara dan kutub selatan," imbuhnya.


Dalam kesimpulannya, BMKG menjelaskan dampak ledakan Matahari terkait badai magnet Bumi relatif aman untuk Indonesia. Letak negara ini berada dalam lintang rendah, tempat titik terkuat perisai Bumi.


"Dampak dari ledakan matahari berupa badai magnet bumi ini relatif aman untuk wilayah Indonesia yang berada pada lintang rendah, karena perisai bumi dari pengaruh radiasi partikel angin matahari (magnetosfer bumi), titik terkuatnya berada pada lintang rendah," ungkap BMKG.


Sementara itu, Indonesia tidak bisa menyaksikan langsung Gerhana Matahari Total secara langsung. Fenomena 8 April itu akan terlihat di Meksiko, Amerika Serikat (AS) dan Kanada.


Proses GMT akan dimulai pada pukul 22:42 WIB. Fenomena itu akan berakhir pada 9 April 2024 keesokan harinya pukul 03:52 WIB. (***)


×
Berita Terbaru Update