Notification

×

Iklan

Iklan

Waspada Modus Penipuan Catut Nama Pejabat Bupati Konawe, Dr Harmin Ramba : Itu HOAX

Senin, 11 Maret 2024 | 11:24 WIB Last Updated 2024-03-11T03:27:26Z

 


FAKTANEWS.ONLINE,KONAWE-- Saat ini masyarakat Konawe resah dengan beredarnya modus penipuan yang mencatut nama Pejabat Bupati Konawe, Oknum penipu tersebut memanfaatkan jejaring media sosial (medsos) seperti Facebook, sebagai media untuk melakukan modus penipuan. Untuk meyakinkan korbannya, pelaku menggunakan foto pejabat Bupati Konawe pada akun facebook dan medsosnya dan berbicara seolah sebagai pejabat Bupati Konawe.


Ajudan Pejabat Bupati Konawe saat di hubungi menyatakan, belakangan banyak beredar luas di facebook penipuan berkedok memita bantuan mengatasnamakan pejabat Bupati.H. Harmin Ramba.


"Kami tegaskan kembali kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah mempercayai apabila ada yang menghubungi dengan mengatasnamakan pejabat atau ASN khususnya di Pemerintahan Kabupaten Konawe dengan tujuan memberikan bantuan sosial," ujarnya, Senin (11/03/2024).


Ditempat yang berbeda, Dr. Harmin Ramba menghimbau kepada Masyarakat agar jangan cepat percaya dan bilamana ada yang menghubungi dan mengatasnamakan pejabat Bupati, diminta agar secepatnya menanyakan langsung ke Pemkab Konawe atau langsung  kepejabat yang bersangkutan.


"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat apabila ada yang menghubungi dengan mengatasnamakan pejabat-pejabat Pembkab Konawe untuk menyalurkan bantuan, ada baiknya mengecek terlebih dahulu untuk memastikan apakah itu modus penipuan atau bukan," ungkap Dr Harmin Ramba.


Lanjut Harmin, Kemajuan teknologi tak dipungkiri membuka kesempatan para pelaku penipuan untuk menjerat korbannya melalui perangkat teknologi seperti smartphone dan lainnya. Berbagai cara dilakukan untuk memperdaya korban yang masih awam dengan bermacam-macam modus penipuan. Bahkan beberapa di antaranya melampirkan bukti struk transfer ke rekening bank dengan sejumlah nominal uang yang sebenarnya adalah hasil editan. 


"Kami imbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada apabila ada yang mencoba untuk meminta atau menawarkan bantuan melalui perangkat telekomunikasi karena sudah banyak korban yang terkena. Apalagi mereka semakin canggih dalam meyakinkan korbannya," pungkasnya. (Q'l)


 

×
Berita Terbaru Update