Notification

×

Iklan

Iklan

Pastikan Penanganan Banjir Berjalan Baik, Pj Bupati Konawe Instruksikan Forkopimda Turun ke Lokasi

Jumat, 08 Maret 2024 | 09:21 WIB Last Updated 2024-03-08T01:21:20Z



FAKTANEWS.ONLINE, KONAWE-- Hujan lebat yang terjadi pada hari Rabu 6 Maret 2024 sekitar pukul 23.30 sampai 04.30 WIB. menyebabkan sebagian wilayah di kabupaten Konawe diguyur hujan sehingga di beberapa daerah mengalami banjir termasuk di  Kecamatan Anggalomoare


Menyikapi kondisi tersebut, Pejabat Bupati Konawe Dr Harmin Ramba SE,.MM., memerintahkan Badan penanggulangan bencana daerah dan jajaran Forkopimda terkait meninjau lokasi banjir (6/03/2024).



Kejadian yang mengejutkan ini sempat membuat panik masyarakat setempat  akibat Banjir dan Lumpur kiriman, 


Wilayah yang dilanda banjir kiriman akibat meluapnya anak sungai kecil di kel. Abeli dalam kec. Puuwatu kota Kendari hingga masyarakat Desa di kecamatan Anggalomoare kabupaten Konawe yang terdampak banjir 

1. Desa Pusawa Jaya 126 KK

2. Desa Abelisawah 46 KK

3. Desa Galu 26 KK

4. Desa Andobeu Jaya 26 KK

5. Desa Lasoso 40 KK

6. Desa Lakomea 6 KK

Selanjutnya Desa yg terdampak banjir kiriman dari lahan sawit :

1. Desa Anggalomoare 46 KK

2. Desa Anggalomoare Jaya 30 KK


Akibat banjir tersebut beberapa rumah dan  pekarangan warga terendam banjir lumpur,  -+ 1 Meter tergenang air dan lumpur kurang lebih 50 cm


Masalah tahunan ini dalam kepemimpinan saya, harus segera diatasi Pemerintah daerah perlu pro aktif melakukan langkah-langkah tepat dalam mengatasi persoalan tersebut," kata Pj Bupati Konawe kepada wartawan via WhatsApp, Jum'at (8/3).


Bila anggaran daerah tidak mampu, bisa meminta ke provinsi dan pusat. Sinergi antara dinas teknis dengan pihak provinsi dan pusat perlu ditingkatkan lagi.


"Saya prihatin, warga terus menerus menjadi korban banjir, Kerugian banjir bukan hanya harta benda, bahkan bisa jadi nyawa manusia jika di biarkan, Ini masalah serius dan harus segera diatasi," kata lelaki yang memiliki wajah mirip dengan orang Korea tersebut.


Dalam pandangannya, langkah mendesak yang harus dilakukan yakni normalisasi anak sungai,  Tata kelola lingkungan digencarkan dengan melakukan penanaman pohon, budaya bersih lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai.


"Masyarakat juga perlu mendukung dengan tidak membuang sampah lagi ke sungai, Semua pihak harus saling mendukung dan berkomitmen menjaga lingkungan," tandas orang nomor satu di kabupaten Konawe.



"Ditempat terpisah Camat Anggalomoare RUSMIN.SULEMAN ALAEKA, S.IP, Kami dari pemerintah kecamatan bersama warga sudah melakukan gotong royong membersihkan rumah warga serta parit parit desa  agar air cepat surut dan kami selalu siap  jika ada masyarakat atau pihak terkait membutuhkan bantuan untuk di bantu kami selaku Pemerintah Kecamatan akan selalu siap dan hadir untuk masyarakat yang terkena banjir.


RUSMIN.SULEMAN ALAEKA, S.IP, selaku kepala pemerintah kecamatan (Camat) Anggalomoare Berharap kepada seluruh Kepala desa di kecamatan Anggalomoare, " mari kita terus memantau di lapangan dengan menyebarkan Informasi dengan Curahnya Hujan yang tinggi hingga menyebabkan banjir yang dihadapi masyarakat dan hendaknya kita dapat membuat langkah strategis untuk melakukan upaya Penanganan Banjir di kecamatan Anggalomoare.”tutur camat 



Lanjut, Orang nomor satu di kabupaten Konawe juga tegaskan untuk selalu melakukan Himbauan Kepada Masyarakat khususnya Anak-anak untuk selalu mengawasi anak-anak kita supaya tidak terjadi yang membahayakan dan menyiapkan tempat pengungsian dan Evakuasi kelompok Rentan serta mendirikan dapur umum dan Posko Pelayanan Kesehatan, jika masih terjadi banjir


" Dalam hal ini, saya berharap kepada seluruh Kepala Pemerintah Kecamatan yang ada di wilayah terdampak banjir untuk dapat melaporkan dan melakukan Evaluasi Penanganan Bencana Banjir secara Berkala atau Insidentil Kepada kami  ”Tutupnya.”




Masih Camat Anggalomoare upaya pemerintah kecamatan Anggalomoare dalam memberikan bantuan kepada masyarakat di delapan desa, yang terdampak, tentunya kami turun ke lapangan untuk menunjukkan rasa empati turut merasakan dengan apa yang di rasakan masyarakat, selanjutnya berupaya melakukan kordinasi dengan instansi terkait dalam hal ini satu tingkat di atas kami, pemerintah kabupaten dan OPD terkait yang berkenaan dengan bantuan yang dibutuhkan masyarakat.



"Alhamdulillah semalam di jam 2, kami berhasil melakukan komunikasi dengan Pusdalops dan BPBD sekaligus kami juga melaporkan ke pimpinan kami" ucapnya.


Dan Alhamdulillah pagi sudah ada Respon dari BPBD turun ke lokasi, kemudian untuk solusi bantuan itu, tentunya dari pihak BPBD tidak serta Merta langsung memberikan bantuan tetapi bagi warga yang terdampak banjir tentunya harus melampirkan foto copy kartu keluarga untuk memastikan dalam satu keluarga itu ada berapa jiwa, agar bantuan yang diberikan sesuai dengan jumlah jiwa yang ada keluarga tersebut, terang Camat Anggalomoare.


Kami selaku Pemerintah Kecamatan selalu berkomunikasi dengan pihak terkait dalam hal ini dinas PUPR balai jalan tentunya untuk mengantisipasi seperti di desa Anggalomoare dan Anggalomoare jaya itukan kalau untuk selokan sudah di kerjakan dari Balai tujuh maupun dari pihak perusahaan Sawit sudah melakukan pembuatan Check Dam di sekitar lahan sawit mereka, hanya yang menjadi kendala buangan air dari desa Anggalomoare dan Anggalomoare jaya yang bermuara di rawa itu ternyata rawa ini memiliki kapasitas tampungnya kecil dan dangkal juga rawa ini tidak memiliki daya tampung ketika Volume Hujan deras.


Jadi kami selaku Pemerintah Kecamatan berupaya bersama sama dinas PUPR dan Balai tujuh dari kementerian yang berada di Kendari mencoba mencari solusi apakah rawa tersebut dilakukan penggalian agar dalam atau mungkin dibuat semacam saluran pembuangan yang dari rawa kemudian bermuara ke sungai Konaweeha.tapi itupun tadi belum ada titik jelas mungkin team akan turun untuk memastikan solusi apa yang dilakukan agar kecamatan Anggalomoare tidak ada lagi banjir.


Terakhir kami tambahkan untuk di ketahui di desa puusawa dan sekitarnya kurang lebih ada enam desa yang Dimana salah satu penyebabnya adalah tempat lewatnya luapan air posisi anak sungai itu masih berdindingkan tanah kiri kanan dan sangat Sempit dibandingkan dengan desa Abelisawa sudah di Talut kiri kanan tetapi terjadi pendangkalan akibat tidak adanya kesadaran masyarakat yang membuang sampah sehingga terjadi pendangkalan di Anak sungai. Kami juga sudah berusaha dan berupaya menyampaikan di forum SKPD yang bertempat di Bappeda kami berikan lagi usulan seperti ini yang telah kami lakukan selama bertahun tahun kami lakukan, untuk mencegah masuknya air ke rumah warga.(Ql)

×
Berita Terbaru Update