Notification

×

Iklan

Iklan

Diguyur Hujan Deras, Rumah Warga Dan Jalan Terendam Banjir di Desa Konggamea Sampara

Sabtu, 09 Maret 2024 | 06:33 WIB Last Updated 2024-03-08T22:33:09Z

 


Faktanews.online,Konawe - Desa Konggamea Kecamatan Sampara kembali diguyur hujan sejak pagi. Hujan deras yang mengguyur sekitar satu jam menyebabkan ruas Jalan Poros Kendari Unaaha tergenang air.

Dari pantauan Media Faktanews sekitar pukul 17.50 WIT, ketinggian air pada ruas Jalan di Kecamatan Sampara tersebut mencapai 10-20 cm. Kondisi ini membuat laju kendaraan di lokasi melambat.


"Karena sudah  sejam ini, Pak, di sini hujan kita lihat mi sudah naik mi air," kata Reza seorang warga yang akan melanjutkan perjalanan menuju Kota Kendari yang tengah berteduh di Warung desa Konggamea Jum'at (8/3/2024).


Kemacetan juga sempat terjadi karena genangan air di jalan yang mengakibatkan pengendara melambatkan kendaraan nya, Salah satu titik genangan terlihat dekat jembatan penyingkulan 


"Sangat mengganggu karena hujan mana ada genangan air juga, Pak, padahal tidak ada Sungai atau anak sungai" jelasnya.


Sementara itu, Kepala desa Konggamea Najib SE,. M.si., menganggap cuaca hari ini masih relatif normal berdasarkan pantauan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) namun tidak ada salahnya kita selalu berusaha mengantisipasi terjadinya sesuatu yang tidak kita inginkan.


"Kalau dilihat (prakiraan cuaca) ini sudah masuk musim hujan (hujan deras lagi), tadi juga banyak awan. Kalau awannya tebal itu saya langsung memberikan peringatan dini kepada masyarakat desa Konggamea ," 


Namun Najib SE,.M.Si., meminta kepada masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan. Apalagi jika hujan sudah mengguyur sejak lama yang berpotensi menimbulkan banjir lewat, jika hujan telah redah sejam juga airnya surut.


"Saat ini malam (hujan) lagi. Tapi sudah otomatis itu satgas desa pasti bekerja (mengantisipasi)," papar kades 



"Di tempat yang sama media Faktanews juga mewawancarai pengendara Mobil disini sering, kalau hujan deras sedikit saja pasti banjir soalnya drainasenya ndaa beres," kata Abdul salah satu warga yang ditemui di Jalan saat mengantri kemacetan yang melintas di Konggamea Kecamatan Sampara 


Lanjut kades Konggamea Kondisinya ini, sudah seringkali dikeluhkan dan dilaporkan ke pihak kecamatan maupun kabupaten, namun sayangnya sampai dengan saat ini tidak ada respon terkait hal itu. "Kita sudah sering lapor tapi ndaa ada jawaban kongkrit," ucap kades


Sementara itu, Amin, (warga) mengatakan, ketinggian air telah mencapai lebih dari lutut orang dewasa atau kurang lebih 50 centimeter. Kondisi ini terjadi akibat meluapnya air dari jembatan "Kita sudah biasa kaya begini ini, percuma mau mengeluh juga enggak ada respon dari pemerintah kecamatan maupun kabupaten," keluhnya. Hingga berita ini diturunkan, hujan masih melanda Kecamatan Sampara dalam intensitas Sedang.


Seorang pengendara roda dua terpaksa harus turun dari kendaraannya karena nekat menerobos genangan banjir. Mesin kemasukan air dan menyebabkan kendaraan yang di gunakan macet. Dia pun harus menuntun motor untuk tiba di lokasi yang tidak tergenang banjir.


"Tiap turun hujan, selalu ada genangan banjir. Motor saya jadi mogok ini kasian" keluh Said setelah melintas di Jalan Poros desa Konggamea


Dia berharap pemerintah segera ambil kebijakan untuk menyelesaikan persoalan genangan banjir itu. Dia yakin banjir meluap karena saluran pembuangan kurang normal.


Sementara masih warga Desa Konggamea Zainal,  menuturkan daerahnya langganan banjir tiap kali turun hujan lebat dan lama. Dan itu sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Zainal mengaku heran karena tidak ada yang berusaha menyelesaikan persoalan tersebut.


"Sudah lama mi Adami berapa tahun ini terjadi banjir kayak begini ini," tuturnya.


Zainal merasa terganggu dengan langganan banjir itu. Sebab tiap turun hujan lama, dia pasti angkat sapu dan peralatan lain untuk membersihkan sisa-sisa banjir di dalam rumahnya. Banjir setinggi lutut orang dewasa itu dipastikan mengotori lantai rumahnya 


Dia berharap banjir tidak lagi menggenang di wilayah tersebut. Dia pun meminta pemerintah untuk segera mencari solusi.



Di Tempat terpisah kami berusaha mendapatkan informasi dari Pemerintah Kecamatan melalui Telepon selulernya bahkan Via WhatsApp namun hingga berita ini diterbitkan Camat Sampara Enggan merespon saat di Konfirmasi.(Ql)

×
Berita Terbaru Update