Notification

×

Iklan

Iklan

Enrekang Raih Tiga Penghargaan dalam Ajang BAZNAS Awards 2024

Kamis, 29 Februari 2024 | 21:55 WIB Last Updated 2024-02-29T13:55:17Z

 


Faktanews.online,Enrekang-- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar ajang tahunan bergengsi, “BAZNAS Awards 2024” bertenpat di Hotel Bidakara Jakarta Selatan, Kamis (29/03/2024). Acara tersebut sejatinya dijadualkan dibuka oleh Presiden Jokowi, namun satu dan lain hal, Bapak Presiden berhalangan sehingga dibuka oleh Menteri Agama, Yaqut Cholil Qaumas atau Gus Yaqut.


BAZNAS Awards merupakan ajang penghargaan kepada lembaga pengelola zakat, pemerintah pendukung kebangkitan zakat, para tokoh yang berkontribusi dalam memajukan pengeloaan zakat, dan berbagai kategori pengelolaan zakat lainnya, mulai dari pengumpulan, pelaporan, perencanaan, pendistribusian, pendayagunaan, koordinasi dengan pemerintah, dan sejenisnya.


BAZNAS Enrekang kali ini mendapatkan tiga kategori sekaligus, terbanyak dari seluruh lembaga pengelola zakat di daerah Indonesia Tengah dan Timur. Ketiga kategori dimaksud adalah, BAZNAS kabupaten/kota dengan pengumpulan via fundraising digital terbaik, BAZNAS kabupaten/kota dengan pendistribusian terbaik, dan Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat terbaik.


Bapak Bupati Enrekang, Dr. H. Baba, MM., hadir langsung menerima penghargaan sebagai kepala daerah pendukung pengelolaan zakat.


“Luar biasa ini BAZNAS Enrekang, kinerjanya benar-benar layak diapresiasi. Insya Allah Pemda Enrekang, dan segenap masyarakat akan terus mendukung program-program BAZNAS ke depan,” ujarnya usai naik panggung menerima penghargaan.


Sementara itu, Ketua BAZNAS, H. Junwar sangat optimis, tahun depan Enrekang akan kembali naik panggung dengan nominasi yang berbeda.


“Dengan melihat semangat Pimpinan BAZNAS Enrekang, didukung oleh amil yang cakap dan kompeten, insya Allah masih banyak kategori bisa kita menangkan, saya optimis,” tutur Mantan Kadis BKD Enrekang ini.


Hal senada disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS Enrekang lainnya,  H. Kamaruddin, katanya, “Kita harus lebih semangat bekerja, yang penting kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas, dan kuncinya ada pada SDM amil, baik pimpinan maupun amil pelaksana,” jelas Mantan Kakan Kemenag Enrekang ini.


Sementara itu, Baharuddin, sebagai Wakil Ketua 2 Bidang pendistribusian menyampaikan bahwa apa yang dicapai oleh BAZNAS Enrekang dalam pendistribusian saat ini, dengan menjadi yang terbaik di Indonesia merupakan hasil kerja keras dari semua pihak, ini merupakan hasil kerja kita semua, dan atas nama masyarakat Enrekang.


“Kami ini hanyalah pengelola Zakat, Infak dan Sedekah yang memang wajib profesional, kalau ternyata mendapat penghargaan itu bonus buat kami”, jelasnya.


Pimpinan Bidang Pengumpulan, Dr. Ilham Kadir, MA., Juga menyampaikan bahwa BAZNAS Enrekang saat ini kian lebih baik dan profesional dalam bekerja. Terutama bagian pengumpulan yang secara grafik tiap tahun meningkat, antara 15 hingga 20 persen, baik nominal dana yang terkumpul juga jumlah orang-orang yang berdonasi.


“Dan yang paling dahsyat adalah digital fundraising, atau pengumpulan donasi berbasis digital, dimana donatur tidak hanya berasal dari Enrekang tapi seluruh Indonesia, bahkan hingga ke luar negeri”, jelas Sekretaris MUI Enrekang ini.


Ilham Kadir menambahkan bahwa BAZNAS Enrekang sudah 7 kali mendapatkan penghargaan dalam ajang BAZNAS Awards, pada tahun 2018, Enrekang mendapat 2 kategori, Kepala Daerah Pendukung Kebangkitan Zakat, dan BAZNAS Kabupaten/Kota dengan Pendistribusian terbaik, pada tahun 2022, Enrekang kembali naik panggung dengan menyabet dua kategori, BAZNAS Kabupaten dengan Kampung Kampung Zakat Terbaik sekaligus Kepala Daerah Pendukung Gerakan Cinta Zakat, dan pada hari ini, kembali meraih tiga penghargaan, Pengumpulan Via Digital Terbaik, Pendistribusian Terbaik, dan Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat.


“Hari ini penghargaan ini dapat dikatakan cukup komplit karena ada dari kepala daerah sebagai pendukung, ada dari pengumpulan sebagai pekerjaan utama amil zakat, serta ada dari pendistribusian dan pendayagunaan yang merupakan ukuran berhasilnya sebuah pengelolaan zakat,” terang Ilham Kadir.


Inti dari pengelolaan zakat itu ada tiga, pengumpulan, pendistribusian, dan pencatatan, dan semua itu telah dikerjakan BAZNAS Enrekang dengan baik, dan salah satu indikatornya, mendapat penghargaan dari BAZNAS Awards, tutup Alumni Beasiswa Kaderisasi Seribu Ulama BAZNAS RI ini.Tim YdEkg.

×
Berita Terbaru Update