Notification

×

Iklan

Iklan

Soal 500 Ton Beras Dituding Lenyap di Pinrang, Ini Pengakuan Kepala Gudang

Jumat, 11 November 2022 | 21:46 WIB Last Updated 2022-11-11T13:46:54Z

 


Faktanews.online, Pinrang -- Dituding 500 ton beras lenyap dari gudang penyimpanan yang dipimpinnya, Kepala Gudang (Kagud) GBB Lampa Pekkabata, Muh Idris, angkat bicara.


Dalam sebuah wawancara di kediaman pribadinya di Pangkajene, Sidrap, Jumat, 11 November 2022, Idris membantahnya.


Menurutnya, 500 ton beras yang ditudingkan lenyap dari gudang penyimpanan yang dipimpinnya beberapa bulan yang lalu, itu tidak benar adanya. 


"Tidak pas kalau dikatakan lenyap atau hilang, tapi yang benar adalah 500 ton beras tersebut, dipinjamkan kepada Irfan," kata Idris menjelaskan.


Disampaikan, Irfan adalah salah satu Mitra Bulog di Pinrang yang selama ini memiliki keterkaitan kerja dengan Bulog melalui perusahaannya bernama CV Sabang Marauke Persada.


Masih menurut Idris, 500 ton beras yang dipinjam Irfan atas persetujuan dan perintah Pimcapem Bulog Pinrang, Raditoyo W. Putra Sikado tersebut, berlangsung pada awal September 2022. 


Adapun pengambilan barang (beras), beber Idris, berlangsung selama 5 hari," tuturnya.


Idris mempertegas kembali bahwa status pinjam beras yang dilakukan oleh Irfan, itu atas persetujuan dari Pimcapem Bulog Pinrang. 


"Kemudian, perlu saya sampaikan juga, setiap Irfan mau datang ambil beras di gudang, saya pasti selalu telepon Pak Dito (Panggilan akrab Pimcapem Bulog Pinrang) terlebih dahulu, dan jawaban Pak Dito hanya satu, yakni layani," beber Idris  


Menurutnya, sebagai bawahan dari Raditoyo, atau hanya sebagai kepala gudang, Idris mengaku tidak bisa berbuat banyak selain harus memenuhi keinginan pimpinan.


"Namanya juga cuma anak buah, saya mau tidak mau harus menjalankan apa yang diperintahkan pimpinan. Kalau tidak, saya bisa saja dianggap tidak loyal sama pimpinan," ujarnya.


Dikatakannya lagi, apa yang Idris terangkan melalui media ini, juga diakuinya menjadi keterangannya saat dipanggil untuk klarifikasi ke polisi. 


Idris mengakui bahwa perihal peminjaman 500 ton beras atau setara dengan nilai Rp4.150 miliar itu, sudah di ranah hukum.


"Informasinya, saudara Irfan sudah dipanggil juga untuk klarifikasi oleh polisi, sama seperti saya juga. Begitu pun dengan Pak Dito juga akan dipanggil untuk hal yang sama namun belum sempat dikarenakan yang bersangkutan sedang sakit," ujar Idris.


#Dijanjikan Akan Diganti Beras Baru


Masih soal peminjaman 500 ton beras milik Bulog Pinrang kepada salah satu mitra kerjanya, Irfan.


Pengakuan Idris, Kagud GBB Lampa Pekkabata ke media ini bahwa 500 ton beras yang dipinjamkan kepada Irfan tersebut, dijanjikan Irfan akan dikembalikan dalam tempo satu bulan setelahnya dengan digantikan dengan beras yang baru.


"Pengakuan Irfan kepada pimpinan seperti itu bahwa nantinya beras yang ia telah pinjam itu, akan dikembalikan selama satu bulan setelahnya dimana penggantinya adalah beras baru," kata Idris.


Hanya saja, sambungnya, menjelang dua bulan setelah, 500 ton beras yang sudah beralih kepada Irfan, ternyata belum dikembalikan seluruhnya.


"Setahu saya sudah ada pengembalian tapi belum semuanya. Yang saya tahu sudah ada 39.450 kg atau setara dengan 39,45 ton sudah dikembalikan Irfan hingga  masalah ini ditangani polisi," ujarnya


Selain sudah menjadi atensi kepolisian di Pinrang, Idris juga menyampaikan jika sebelumnya perihal 500 ton beras yang dipinjamkan kepada Irfan tersebut, juga sudah ditangani KSP pusat dan wilayah," akunya. (*)

×
Berita Terbaru Update